Jumat, 28 Juni 2013
( Tim Ahli 4 ) BAB 4 4.1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENYESUAIAN DIRI
( Tim Ahli 4 )
BAB 4
4.1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENYESUAIAN DIRI
4.1.1 Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengbah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungannya. Penyesuaian diri juga dapat diartikan sebagai berikut :
A. Penyesuaian diri yang berarti adaptasi dapat mempertahankan eksistensi, atau bisa “survive” dan memperoleh kesejahtereraan jasmani dan rohani dan dapat megadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan lingkungan social
B. Sebagai konformitas yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standart atau prinsip yang berlaku umum.
C. Sebagai penguasaan yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan juga mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatsi segala macam konfllik,kesulitan,dan frustasi-frustasi secara effektif.
D. Sebagai penguasaan dan kematangan emosional.
4.1.2 Karakteristik penyesuaian diri
Sesuai dengan perkembangan fase remaja maka penyesuaian diri di kalangan remaja pun memiliki karakteristik yang khas pula.Adapun karakteristik penyesuaian diri remaja adalah sebagai berikut.
1. Penyesuaian diri remaja terhadap peran dan identitasnya
Perkembangan fisik dan psikis seringkali menyebabkan remaja mengalami krisis peran dan identitas.Remaja senantiasa berjuang agar dapat memainkan perannya agar sesuai dengan perkembagan masa peralihannya dari anak-anak menjadi masa dewasa.Tujuannya adalah memperoleh identitas diri yag semakin jelas dan dapat di terima oleh lingkungannya.Penyesuaian diri remaja secara khas kepribadiannya memang berbeda dengan anak-anak atau orang dewasa.
2. Penyesuaian diri remaja terhadap pendidikan
Krisis identitas pada remaja seringkali menimbulkan kendala dalam penyesuaian diri terhadap kegiatan belajarnya.Pada umumnya remaja mengetahui bahwa untuk menjadi orang yg sukses harus rajin belajar.Namun dipengaruhi oleh pencarian identitas menyebabkan mereka lebih senang mencari kegiatan selain belajar tapi menyenangkan bersama kelompoknya.Dalam konteks ini remaja berjuang ingin meraih kesusksesan dalam studi tapi dengan cara yang menimbulkan perasaan bebas dan senang,terhindar dari tekanan dan konflik,bahkan frustasi.
3. Penyesuaian diri remaja terhadap kehidupan seks
Secra fisik remaja telah mengalami kematangan pertumbuhan fungsi seksual sehingga perkembangan dorongan seksual juga semakin kuat.Remaja perlu menyesuaikan penyaluran kebutuhan seksualnya dalam batas batas penerimaan lingkungan sosialnya sehingga terbebas dari kecemasan psikoseksual,tapi juga tidak melanggar nilai moral dan agama.Jadi,remaja dalam konteks ini adalah mereka ingin memahami kondisi seksual dirinyadan lawan jenisnya serta mampu bertindak untuk menyalurkan dorongan seksualnya yang dapat di mengerti dan di benarkan oleh norma sosial dan agama.
4. Penyesuaian diri remaja terhadap norma sosial
Remaja cenderung membentuk kelompok masyarakat tersendiri,seringkali juga membentuk kesepakatan aturan sendiri yang kadang belum tentu di mengerti oleh masyarakat lainnya.
Dalam masalah ini penyesuaian diri remaja mengarah pada 2 dimensi.
Pertama, mereka ingin di akui keberadaannya,yang berarti remaja harus menginternalisasikan nilai nilai yg berlaku di masyarakat.
Kedua, remaja ingin bebas menciptakan aturan aturan yg lebh sesuai dengan kelompok mereka.
Ini dapat di artikan bahwa perjuangan remaja menyesuaikan diri terhadap norma sosial adalah ingin menginteraksikan antara dorongan untuk bertindak bebas di satu sisi,dengan tuntutan norma sosial pada masyarakat di sisi lain.
5. Penyesuaian diri remaja terhadap penggunaan waktu luang
Waktu luang bagi remaja adalah waktu dimana mereka dapat bertindak bebas.Namun disisi lain mereka dituntut untuk menggunakan waktu luang mereka untuk kehiatan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya.
Jadi,dalam penyesuaian ini remaja berupaya untuk melakukan penyesuaian antara dorongan kebebasannya sera inisiatif dan kreatifitasnya dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat.
6. Penyesuaian diri remaja terhadap penggunaan uang
Remaja belum sepenuhnya mandiri dalam masalah finansial,mereka masih di jatah oleh orang tua sesuai kemampuan keluarganya.Rangsangan,tantangan,tawaran,inisiatif,kreatifitas dan petualanan membuat mereka seringkali mengakibatkan melonjaknya penggunaan uang sehingga jatah yg diterima oleh orang tua menjadi tidak cukp.
Dalam masalah ini remaja berjuang untuk mampu bertindak secara proporsional,melakukan penyesuaian diri terhadap kelayakan pemenuhan kebutuhan dengan kondisi ekonomi keluarganya.
7. Penyesuaian diri remaja terhadap kecemasan,konflik dan frustasi
Remaja seringkali dihadapkan pada kecemasan,konflik dan frustasi.Strategi penyesuaian diri terhadap kecemasan,konflik dan frustasi tersebut biasanya melalui suatu mekanisme pertahanan diri.
4.2 Proses Dan Aspek-Aspek Penyesuaian Diri
4.2.1 Proses Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri adalah suatu proses pada indivvidu untuk menccapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhannya. Pada dasarnya penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkungannya. Beberapa faktor lingkungan yang dapat menciptakan penyesuaian diri yang sehat pada remaja adalah
1. Lingkungan Keluarga yang Harmonis
Lingkungan keluarga merupakan lahan yang sangat penting dalam untuk mengembangkan kemampuan remaja. Didalam lingkungan keluarga mempelajari cara – cara dasar untuk bergaul dengan orang lain. Oleh karena itu orang tua harus menunjukan sikap dan perilaku yang baik.
2. Lingkungan Teman Sebaya
Teman mempunyai peran yang penting dalam pembentukan diri pada remaja. Pada saat – saat itulah remaja mau mencurahkan isi hatinya dari pemikiran dan perasaannya.
3. Lingkungan Sekolah
Tugas dari sekolah tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan informasitetapi juga tanggung jawab moral dan sosial secara kompleks. Proses pendidikan ini merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilai – nilai yang diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan organisme.
4.2.2 Aspek – aspek Penyesuaian Diri
1. Penyesuaian Pribadi
Penyesuaian pribadi merupakan kemampuan seseorang untuk menerima dirinya sendiri agar tercipta hhubungan yang harmonis atau seimbang antara dirinya sendari dengan lingkungan disekitarnya. Seseorang tersebut dapat menunjukkan siapa dia sebenarnya, kelebihan dan kekurangannya,dan mampu bertindak sesuai kondisi dan potensi yang dimilikinya.
2. Penyesuaian Sosial
Penyesuaian sosial merupakan suatu proses dalam kehidupan masyarakat yang saling mempengaruhi secara terus menerus dan bergantian dan menimbulkan suatupola kebudayaan dan tingkah laku yang sesuai dengan aturan, hukum, adat istiadat, nilai, dan norma sosial. Dari penyesuaian sosial tersebut dapat terbentuk hubungan – hubungan sosial yang mencakup hubungan dengan anggota keluarga, masyarakat sekolah, teman sebaya atau anggota masyarakat secara luas.
4.3 Implikasi Proses penyesuaian diri Peserta didik usia sekolah Menengah terhadap Penyelenggaraan Pendidikan
Lingkungan sekolah berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa remaja karena mengemban fungsi pengajaran dan pendidikan. Dalam kaitan dengan pendidikan, peran sekolah hampir sama dengan peran keluarga , yaitu sebagai tempat perlindungan jika anak mengalami masalah. Oleh karena itu di setiap sekolah lanjut diadakan guru bimbingan konseling
Langkah-langkah untuk mempercepat proses penyesuaian diri remaja di sekolah adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah bagi siswa, baik secara sosial, fisik maupun akademis.
2. Suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.
3. Memahami siswa secara menyeluruh, baik prestasi belajar,sosial,maupun aspek pribadinya.
4. Menggunakan metode dan alat mengajar yang mendorong semangat belajar
5. Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.
6. Menciptakan ruangan kelas yang memenuhi syarat kesehatan
7. Membuat tata tertib sekolah yang jelas dan dipami siswa
8. Adanya keteladan dari para guru dalam segala aspek pedidikan.
9. Mendapatkan kerja sama dan saling pengertian dari para guru dalam menjalankan kegiatan pendidikan
10. Melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan dengan sebaik-baiknya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar