1. Perkembangan sosial anak artinya anak melakukan
kegiatan dengan melibatkan orang lain, baik teman, atau orang yang lebih dewasa
yang ada di sekitarnya. Sedangkan perkembangan pribadi anak
yaitu perkembangan yang ada pada diri anak. Perkembangan ini bersifat individu.
Pada implikasi dalam KBM baik
perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan, dalam belajar anak kadang
memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi kadang anak bisa
melakukannya sendiri/mandiri. Sebagai guru sebaiknya dapat menentukan model
pembelajaran yang cocok dengan kedua perkembangan di atas, sehingga anak mengalami
keseimbangan dalam berkembang.
2. Membedakan perkembangan emosi dan sosial. Perkembangan
emosi berarti perkembangan ego atau perasaan pada anak. Pada bayi karena belum
bisa bicara maka anak dalam mengatakan emosinya yaitu dengan expresi wajahnya,
walaupun pada anak dewasa juga menggunakan expresinya untuk emosi. Perlakuan
dan cara pengasuhan pada anak adalah unsur yang dominan pengaruhnya pada
perkembangan emosi anak. Jika anak dibesarkan dalam pola asuh yang otoriter
maka emosinya labil dan sering kali jika ada kesempatan maka anak akan
melampiaskan dengan hal yang lain yang mungkin ke hal yang negatif.
Pada perkembangan sosial, anak dilatih untuk beradaptasi dengan
lingkungan agar tidak takut untuk berelasi dengan orang lain. Semakin
kompleksnya lingkungan pergaulan anak adalah suatu proses kehidupan yang wajar
bahkan baik, bukan hanya tuntutan lingkungan yang menjadikan anak mau berelasi
dengan orang lain namun karena kesadaran anak itu sendiri.
3. Perkembangan Identitas
Adalah keseluruhan persepsi seseorang tentang dirinya baik
perilaku, sikap,harga diri. Pada konsep diri ini seseorang mengalami
perkembangan dari lahir dan mencapai puncaknya pada saat remaja hingga tua dan
ahirnya meninggal. Menurut Ericson pada tiap fase perkembangan pasti mempunyai
kendala dan jika sesorang bisa mengatasi masalah tersebut artinya dia mempunyai
kepribadian yang sehat, namun sebaliknya jika seseorang tidak bisa atau sulit
dalam mengatasi permasalahan itu maka dia mempunyai kepribadian bagai air dalam
daun talas. Pada perkembangan identitas seseorang memerlukan tempat seperti
lingkungan masyarakat agar identitasnya dapat berkembang secara baik.
4. Menjelaskan proses perkembangan menurut
Erikson
Erikson berpendapat bahwa tema utama dalam kehidupan ialah
pencarian identitas diri, bukan hanya menyangkut pemahaman dan pencarian jati
diri melainkan pemahaman dan penerimaan diri terhapdap masyarakat. Jadi dalam
kehidupan seseorang mengalami perkembangan sosial dan perkembangan pribadi
sehingga secara tersirat dia akan menemukan jati diri dan berusaha agar dirinya
bisa diterima oleh masyarakat.
Dalam pandangan Erikson, identitas diri terbentuk melalui proses
krisis psikososial. Dalam pembentukan jati diri sesorang dihadapkan pada
berbagai permasalahan, dan jika seseorang mampu menyelesaikan permasalahan itu
dengan mudah artinya dia memiliki kepribadian yang sehat, namun sebaliknya jika
seseorang sulit dalam memecahkan masalah itu artinya sesorang itu mengalami
kebimbangan dalam kehidupannya.
5. Tahap perkembangan moral
Moral adalah perasaan jadi bisa dikatakan bahwa perkembangan moral
merupakan perkembangan perasaan yang terjadi pada seseorang setelah dia
merasakan sesuatu. Menurut Kohlberg dan piaget perkembangan moral berkolerasi
dengan perkembangan kecerdasan individu, sehingga seharusnya bila perkembangan
kecerdasan telah mencapai kematangan, maka perkembangan moral juga harus
mencapai tingkat kematangan.
Tahap perkembangan moral adalah ukuran tinggi rendahnya moral
seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya. Tahap-tahap perkembangan
moral menurut Kohlberg yaitu
a. Pra-Konvensional
Pada tahap ini kebanyakan terjadi pada anak-anak walaupun orang
dewasa juga ada yang melakukannya. Seseorang yang berada pada tingkat ini
menilai bahwa moralitas itu sebuah tindakan yang mempunyai konsekuensinya
langsung. Pada tahap ini terdiri dari dua tahap yakni tahap pertama dimana
seseorang dalam melakukan tindakan memfokuskan langsung pada
konsekuensinya, jadi semakin berat konsekuensinya maka semakin salah tindakan
itu. Tahap selanjutnya yakni tahap ke dua dimana sesorang dalam melakukan
tindakan akan berfikir seberapa untungnya untuk saya? Penalaran
tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain.
b. Konvensional
Tahap ini terjadi pada seorang remaja atau orang dewasa. Mereka
menilai moral diri sebagai tindakan dengan membandingkan dengan pandangan
harapan masyarakat terhadapnya. Pada tahap ini terjadi dua tahap yakni tahap ke
tiga dimana seseorang atau orang dewasa memasuki masyarakat maka dia mempunyai
peran sosial. Disini seseorang akan mempunyai peran sosial yang baik untuk
mempertanggungjawabkan harapan masyarakat terhadap dirinya. Tahap selajutnya
yakni ke empat pentingnya mematuhi hukum, keputusan, dan konvensi sosial karena
berguna dalam memelihara fungsi terhadap masyarakat.
c. Pasca-Konvensional
Juga dikenal sebagai tahap berprinsip, terlihat jelas bahwa
individu sebenarnya terpisah dari masyarakat. Terdiri dari dua tahap yakni
tahap ke lima dimana individu memiliki pendapat dan nilai yang berbeda dan dia
memiliki hak untuk dihargai orang lain. Tahap selanjutnya yaitu tahap ke enam
dimana penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak dan menggunaka prinsip
etika universal, Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan keharusan
agar tidak membela hukum yang tidak adil menjadi komitmen terhadap keadilan.
6. Penerapan perkembangan identitas dan
moral dalam KBM
Dalam penerapannya namanya juga dalam KBM jadi yang memiliki
fungsi lebih adalah guru. Bagaimana guru dapat menyesuaikan antara perkembangan
identitas dan moral tiap pribadi anak didiknya terhadap metode belajar yang
digunakan. Guru juga harus faham kelas berapa yang ia ajar, jangan pernah guru
memperlakukan moral anak kelas 1 sama seperti moral kelas 6 SD. Dan sebagai
calon guru sebaiknya paham betul tentang perkembangan ini karena nantinya akan
siap dalam mengajar kelas berapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar