NAMA : ANDI RAMADHANA B
NIM : 1247141027
KELAS : C7.1
KELOMPOK : V
B. Anak sebagai Suatu Totalitas
Sebagai objek studi psikologi
perkembangan, anak dipandang sebagai suatu totalitas. Konsep anak sebagai suatu
totalitas sekurang-kurangnya dapat mengandung riga pengertian berikut :
a.
Anak adalah makhluk hidup(organisme)yang
merupakan suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yangterdapat dalam dirinya.
b.
Dalam kehidupan dan perkembangan anak,
keseluruhan aspek anak tersebutsalin terjalin satu sama lain.
c.
Anak berbeda dari orang dewasa bukan
sekedar secara fisik, tetapi secara keseluruhan.
Sebagai suatu totalitas, anak dipandang
sebagai makhluk hidup (organisme) yg utuh, yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan
aspek fisik dan psikis yg terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek fisik dan
psikis anak tersebut tak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena itu, anak juga
dipandang sebagai individu. Istilah individu berasal dari kata undivided yg berari tak dapat dipisahkan
antara suatu bagian dgn bagian lainnya. Dalam hal ini, tentunya Anda tidak akan
memandang sebagai anak kepada sekumpulan organ tubuh anak (misalnya ada kepala,
bagian tubuh, dua lengan, dan dua kaki) yg terpisah satu sama lain.
Lebih lanjut, konsep anak sebagai suatu
totalitas atau kesatuan mengandung arti bahwa terdapat saling keterjalinan atau
keterikatan antara keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak. Keseluruhan
aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling
terjalin dan saling memberikan dukungan fungsional satu sama lain. Sebagai
misal, anak yg sedang sakit panas bisa menjadi lain perilakunya(rewel); anak yg
sedang marah bisa menangis menjerit-jerit, anak yg sedang malu bisa
kemerah-merahan pipinya, anak yg sedang aktif melakukan berbagai aktivitas
fisik bisa aktif pula kegiatan mentalnya. Contoh-contoh tersebut
mengilustrasikan adanya keterkaitan dan keterpaduan dalam proses kehidupan dan
aktivitas anak. Reaksi-reaksi psikis anak selalu disertai dengan reaksi
fisiknya, dan begitu pula sebaliknya.
Bila dibanding dgn orang dewasa, konsep anak
sebagai suatu totalitas juga mengandung arti bahwa perbedaan anak dengan orang
dewasa tidak terbatas secara fisik melainkan secara keseluruhan. Anak bukan
miniatur dari orang dewasa, tetapi anak adalah anak yg dalam keseluruhan aspek
dirinya bisa berbeda dari org dewasa. Secara fisik, anak sedang mengalami
pertumbuhan yg pesat, sebaliknya, fisik org dewasa sudah relatif tidak
berkembang lagi. Sementara anak cenderung didomoinasi oleh pola pikir yg
bersifat egosentrik, maka org dewasa sudah lebih mampu berpikir empatik dan
sosial. Begitu juga kalau daya pikir anak masih terbatas pada hal-hal yg
konkret, maka orang dewas sudah mampu berpikir abstrak dan universal.
Demikian pengertian anak sebagai totalitas,
yakni sebagai suatu organisme atau individu
yg merupakan suatu kesatuan yg terintegrasi dari keseluruhan organ fisik
dan aspek psikis yg terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek yg terdapat dalam
diri anak tersebut salin terjalin satu sama lain. Karena itu, perbedaan anak
dengan orang dewasa tidak hanya terjadi dalam aspek fisik atau fsikis, melainkan
secara keseluruhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar