MOTIVASI BELAJAR
TUJUAN
Setelah mempelajari materi Bab
ini, kami harap anda dapat memahami hakekat motivasi dan penerapannya
dalam proses belajar mengajar siswa di sekolah..
1. Mengetahui
bagaimana cara memotivasi anak yang tidak memiliki minat untuk belajar.
2. Menjelaskan
pengertian motivasi.
3. Mengetahui
bagaimana peranan guru dalam proses
pendekatan tehadap siswa.
4. Menjelaskan metode apa yang harus di gunakan oleh seorang
guru saat muridnya merasa bosan.
5. Menjelaskan
apa yang di maksud dengan motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
6. Mengetahui
bagaimana cara menggunakan stimulasi dalam permainan.
A.Pengertian
Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan suatu keadaan
atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk
belajar sesuatu atau melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.
B. Jenis dan Sifat Motivasi
1. Jenis Motivasi
·
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada
motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi
biologis atau jasmani manusia.
·
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Hal ini
berbeda dengan motivasi primer. Motivasi sosial atau motivasi sekunder memegang
peran penting bagi kehidupan manusia. Perilaku motivasi sekunder juga
terpengaruh oleh adanya sikap. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari.
Ciri-ciri sikap yakni : (i) merupakan kecenderungan berpikir, merasa, kemudian
bertindak. (ii) memiliki daya dorong bertindak, (iii) relatif bersifat tetap,
(iv) berkecenderungan melakukan penilaian, dan (v) dapat timbul dari pengalaman,
dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menujukkan
adanya sejenis kegoncangan seseorang. Kegoncangan tersebut disertai proses
jasmani, perilaku, dan kesadaran. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya
pengetahuan yang dipercaya. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya
berdasarkan akal, ataupun tak berdasar akal sehat. Pengetahuan tersebut dapat
mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya kebiasaan
dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap dan berlangsung otomatis.
Kemungkinan besar perilaku tersebut merupakan hasil belajar. Kemauan merupakan
tindakan mencapai tujuan secara kuat.
2. Sifat Motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari (i) dalam diri
sendiri, yang dikenal sebagai motivasi internal, dan (ii) dari luar seseorang
yang dikenal dengan motivasi eksternal. Disamping itu kita bisa membedakan
motivasi intrinsic ynag dikarenakan orang tersebut senang melakukannya. Menurut
Monks, motivasi berprestasi telah muncul pada saat anak berusia balita. Hal ini
berarti bahwa motivasi intrinsic perlu diperhatikan oleh para guru sejak TK,
SD, dan SLTP. Pada usia ini para guru masih memberi tekanan pada pendidikan
kepribadian khususnya disiplin diri untuk beremansipasi. Penguatan terhadap motivasi
intrinsic perlu diperhatikan, sebab disiplin merupakan kunci keberhasilan
belajar (Monks, Knoers, Siti Rahayau, 1989 ; 161-164).
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku
seseorang yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuatu,
karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah dan menghindari hukuman.
Motivasi intrinsic dan ekstrinsik dapat dijadikan titik
pangkal rekayasa pedagogis guru. Sebaiknya guru mengenal adanya
motivasi-motivasi tersebut. Untuk mengenal motivasi yang sebenarnya, guru perlu
melakukan penelitian. Adakalanya guru menghadapi siswa ynag belum memiliki
motivasi belajar yang baik. Dalam hal ini seyogianya guru berpegang pada
motivasi ekstrinsik, dengan menggunakan penguat berupa hadiah atau hukuman, seyogianya
guru memperbaiki disiplin diri siswa dalam beremansipasi.
C.
UPAYA MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Hal
senada juga diungkapkan oleh Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi
belajar siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:
a) Menjelaskan tujuan kepada peserta
didik.Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru
menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada
siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
b) Hadiah.
Hadiah
akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah
untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan
termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
c) Saingan/kompetisi.
Guru
berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
d) Pujian.
Siswa
yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian.
Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih
termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.
e)
Hukuman.
Cara
meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan
kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini
diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha
memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah
hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain
sebagainya.
f)
Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
Strateginya adalah dengan memberikan
perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa
tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang
menarik dan mudah dimengerti siswa.
g)
Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Kebiasaan belajar yang baik dapat
dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.
h)
Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun
kelompok.
Membantu kesulitan peserta didik
dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya. Dalam proses
belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk
mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar
dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk mencatat dan
mempelajari materi yang telah disampaikan..
i)
Menggunakan metode yang bervariasi.
Meningkatkan motivasi belajar dengan
menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan
sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang
baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.
j)
Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
D.
PERANAN GURU DALAM HUBUNGAN MOTIVASI
BELAJAR
Menurut Gary A.
Davis dan Margaret A. Thomas, paling tidak ada empat kelompok besar ciri-ciri
guru yang efektif. Keempat kelompok itu terdiri dari:
Pertama, memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim belajar di kelas, yang kemudian dapat dirinci lagi menjadi
(1) memiliki keterampilan interperso-nal,
khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati, penghargaan kepada siswa, dan
ketulusan;
(2) memiliki
hubungan baik dengan siswa;
(3) mampu menerima,
mengakui, dan memperhatikan siswa secara tulus;
(4) menunjukkan
minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar;
(5) mampu
menciptakan atmosfir untuk tumbuhnya kerja sama dan kohesivitas dalam dan antar
kelompok siswa;
(6) mampu
melibatkan siswa dalam meng-organisasikan dan merencanakan kegiatan
pembelajaran;
(7) mampu
mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap
diskusi; (8) mampu meminimal-kan friksi-friksi di kelas jika ada.
Kedua,
kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran, yang meliputi:
(1) memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani siswa yang tidak memiliki
perhatian, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi
substansi bahan ajar dalam proses pembelajaran;
(2) mampu bertanya atau memberikan tugas yang
memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda untuk semua siswa.
Ketiga, memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feedback) dan penguatan (reinforcement), yang terdiri dari:
(1) mampu memberikan umpan balik yang positif
terhadap respon siswa;
(2) mampu
memberikan respon yang bersifat membantu terhadap siswa yang lamban belajar;
(3) mampu
memberikan tindak lanjut terhadap jawaban siswa yang kurang memuaskan;
(4) Mampu memberikan bantuan profesional
kepada siswa jika diperlukan.
Keempat,
memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari:
(1) mampu
menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif;
(2) mampu mem-perluas dan menambah pengetahuan
mengenai metode-metode pengajaran;
(3) mampu
memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan
mengembang-kan metode pengajaran yang relevan.
Menurut Brooks & Brooks (Iim Waliman, dkk. 2001) terdapat beberapa ciri yang menggambarkan seorangguru yang konstruktivis dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa, yaitu:
Menurut Brooks & Brooks (Iim Waliman, dkk. 2001) terdapat beberapa ciri yang menggambarkan seorangguru yang konstruktivis dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa, yaitu:
1. Guru
mendorong, menerima inisiatif dan kemandirian siswa.
2. Guru
menggunakan data mentah sebagai sumber utama padaokus materi pembelajaran.
3. Guru
memberikan tugas-tugas kepada siswa yang terarah pada pelatihan kemampuan
mengklasifikasi, menganalisis, memprediksi, dan menciptakan.
4. Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguraikan isi pelajaran dan mengubah
strategi belajar mengajar.
5. Guru
melakukan penelusuran pemahaman siswa terhadap suatu konsep sebelum memulai
pembelajaran.
6. Guru mendorong terjadinya dialog dengan dan antar siswa.
6. Guru mendorong terjadinya dialog dengan dan antar siswa.
7. Guru
mendorong siswa untuk berfikir, melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka dan
mendorong siswa untuk bertanya sesama teman.
8. Guru
melakukan elaborasi respon siswa siswa, baik yang sudah benar maupun yang belum
benar.
9. Guru melibatkan siswa pada pengalaman yang menimbulkan kontradiksi dengan hipotesis siswa dan mendiskusikannya.
9. Guru melibatkan siswa pada pengalaman yang menimbulkan kontradiksi dengan hipotesis siswa dan mendiskusikannya.
10. Guru
memberikan waktu berfikir yang cukup bagi siswa dalam menjawab pertanyaan
11. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menghubungkan beberapa hal yang dipelajari untuk meningkatkan pemahaman.
11. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menghubungkan beberapa hal yang dipelajari untuk meningkatkan pemahaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar