Untuk
dapat menguasai sistem bahasa agar digunakan untuk berkomunikasi secara sempurna,
anak-anak membutuhkan tahap-tahap untuk menguasainya. Tahap-tahap perkembangan
bahasa anak, yaitu: perkembangan bahasa usia bayi, perkembangn bahasa masa
kanak-kanak usia dini, dan perkembangan bahasa usia menengah dan akhir.
1. Perkembangan Bahasa Usia Bayi
Pada umunya bayi
bisa mengucapkan kata-kata pada usia 3 sampai 6 bulan. Ocehan yang sering
diucapkan pada usia tersebut antara lain: kata baa, maa, paa. Selanjutnya akan
berkembang dengan dapat mengucapkan nama-nama orang yang diangggapnya penting (mama,
papa), binatang (pus, ayam), kendaraan (mobil) atau ucapan selamat (daa).
Pada tahap
selanjutnya anak-anak yang berusia 18 sampai 24 bulan, telah mulai mengucapkan
pernyataan dengan dua kata, misalnya: kakak pukul, lihat kucing, dimana ibu?
2. Perkembangan Bahasa Usia Dini
Sebelum memasuki
usia sekolah, biasanya anak-anak akan mengalami kesulitan dalam mengucapkan
kata, seperti: strika, start. Pada usia ini anak telah mampu mengucapkan lebih
dari dua kata misalnya, Ini Ibu Budi dan Ibu pergi ke pasar. Dan ketika anak
mencapai usia SD, mereka akan lebih trampil dalam meyusun sebuah kalimat yang
panjang. Misalnya, Orang yang bertamu di rumahku berasal dari Jakarta.
3. Perkembangan Bahasa Usia Menengah dan
Akhir
Pada usia menengah,
anak dalam menggunakan bahasa yang sebelumnya hanya berupa bentuk bahasa
sekarang menjadi isi dan penggunaaan bahasa. Bahasa kreatif anak pada usia
menengah dapat didengar dalam bentuk nyanyian atau dolanan.
Pada usia akhir,
anak-anak akan memperbanyak perbendaharaan kosa katanya dengan cara membaca
berbagai tulisan, baik itu dari buku bacaan, majalah, maupun surat kabar,
sehingga anak lebih mudah dalam hal menulis.
Dalam penggunaan
bahasa setiap tahapan perkembangan anak mempunyai karakter bahasa yang berbeda
– beda. Tahapan itu meliputi pertama tahap usia bayi umur 10 hari sampai 6
bulan, pada masa ini anak mulai bias mengoceh misalnya mengucapkan kata baa,
maa, paa. Kedua perkembangan anak usia dini pada usia 1 sampai 6 tahun, pada
masa ini anak sudah mulai mengucapkan beberapa kata yang yang mempunyai fonem
yang sulit. Ketiga perkembangan bahasa pada usia sekolah, pada masa ini anak
sudah sangat kreatif karena anak mulai mengembangkan bahasanya dengan bentuk
nyanyian, sajak, dan permainan.
Dengan bahasa
manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu baik yang kelihatan maupun
yang tidak kelihatan. Semua benda, nama sifat, pekerjaan, dan hal yang yang
abstrak, diberi nama. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan
dialami dapat disimpannya, menjadi tanggapan-tanggapan dan
pengalaman-pengalaman kemudian diolahnya (berpikir) menjadi
pengertian-pengertian.Perkembangan bahasa sangat berpengaruh terhadap pola
pikir anak/ intelegensi, emosional, dan tingkah laku anak. Dalam makalah ini
akan dipaparkan suatu masalah tentang perkembangan bahasa anak dan implikasinya
dalam proses pembelajaran.
Bahasa ( language )
merupakan sebarang bentuk komunikasi di antara orang-orang, baik yang bersifat
verbal maupun gerak isyarat dan sikap, penggunaan lambang-lambang dalam
komunikasi. (Kamus umum psikologi).
Bahasa merupakan
alat sosialisasi dan merupakan dasar perkembangan intelegensi (Pof.Dr. Utami
Munandar, 1995: 153).
Bahasa merupakan
kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tercakup semua cara untuk
berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau
simbol untukmengungkapkan suatu pikiran, seperti dengan menggunakan lisan,
tulisan, isyarat, bilangan, lukisan, dan mimic muka.( Syamsu Yusuf, 2004:118).
Dari beberapa
pengertian bahasa diatas data disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu kemampuan
yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi untuk melakukan aktivitas
social sehari-hari.Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan konvergensi dari
faktor bawaan dan proses belajar dari lingkungannya. Apabila hanya mengandalkan
faktor bawaan yang diturunkan oleh orang tua maka hasilnya tidak berkualitas.
Karena, lingkungan juga merupakan pembentuk kepribadian anak yang didukung oleh
cara berbahasanya. Lingkungan hendaknya dapat memenuhi kriteria yang dapat
memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berlatih mengembangkan
kemampuan bahasa.
Berdasarkan prinsip
dalam perkembangan bahasa, implikasinya terhadap perkembangan anak adalah anak
dapat lebih leluasa dalam mengembangkan kemampuan bahasanya dalam kehidupan
sehari- hari. Semakin banyak kosakata yang dimiliki oleh anak maka anak akan
lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya. Bahasa merupakan alat komunikasi
yang efektif dalam pembelajaran, sehingga jika seorang guru SD ingin
mendapatkan hasil pendidikan yang optimal maka diperlukan bahasa yang
komunikatif, dan menggunakan bahasa anak dari pada bahasa orang dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar