Jumat, 28 Juni 2013

Tahap-tahap Perkembangan Bahasa Anak



            Untuk dapat menguasai sistem bahasa agar digunakan untuk berkomunikasi secara sempurna, anak-anak membutuhkan tahap-tahap untuk menguasainya. Tahap-tahap perkembangan bahasa anak, yaitu: perkembangan bahasa usia bayi, perkembangn bahasa masa kanak-kanak usia dini, dan perkembangan bahasa usia menengah dan akhir.
1. Perkembangan Bahasa Usia Bayi
Pada umunya bayi bisa mengucapkan kata-kata pada usia 3 sampai 6 bulan. Ocehan yang sering diucapkan pada usia tersebut antara lain: kata baa, maa, paa. Selanjutnya akan berkembang dengan dapat mengucapkan nama-nama orang yang diangggapnya penting (mama, papa), binatang (pus, ayam), kendaraan (mobil) atau ucapan selamat (daa).
Pada tahap selanjutnya anak-anak yang berusia 18 sampai 24 bulan, telah mulai mengucapkan pernyataan dengan dua kata, misalnya: kakak pukul, lihat kucing, dimana ibu?
2. Perkembangan Bahasa Usia Dini
Sebelum memasuki usia sekolah, biasanya anak-anak akan mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata, seperti: strika, start. Pada usia ini anak telah mampu mengucapkan lebih dari dua kata misalnya, Ini Ibu Budi dan Ibu pergi ke pasar. Dan ketika anak mencapai usia SD, mereka akan lebih trampil dalam meyusun sebuah kalimat yang panjang. Misalnya, Orang yang bertamu di rumahku berasal dari Jakarta.
3. Perkembangan Bahasa Usia Menengah dan Akhir
Pada usia menengah, anak dalam menggunakan bahasa yang sebelumnya hanya berupa bentuk bahasa sekarang menjadi isi dan penggunaaan bahasa. Bahasa kreatif anak pada usia menengah dapat didengar dalam bentuk nyanyian atau dolanan.
Pada usia akhir, anak-anak akan memperbanyak perbendaharaan kosa katanya dengan cara membaca berbagai tulisan, baik itu dari buku bacaan, majalah, maupun surat kabar, sehingga anak lebih mudah dalam hal menulis.
Dalam penggunaan bahasa setiap tahapan perkembangan anak mempunyai karakter bahasa yang berbeda – beda. Tahapan itu meliputi pertama tahap usia bayi umur 10 hari sampai 6 bulan, pada masa ini anak mulai bias mengoceh misalnya mengucapkan kata baa, maa, paa. Kedua perkembangan anak usia dini pada usia 1 sampai 6 tahun, pada masa ini anak sudah mulai mengucapkan beberapa kata yang yang mempunyai fonem yang sulit. Ketiga perkembangan bahasa pada usia sekolah, pada masa ini anak sudah sangat kreatif karena anak mulai mengembangkan bahasanya dengan bentuk nyanyian, sajak, dan permainan.
Dengan bahasa manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Semua benda, nama sifat, pekerjaan, dan hal yang yang abstrak, diberi nama. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpannya, menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman-pengalaman kemudian diolahnya (berpikir) menjadi pengertian-pengertian.Perkembangan bahasa sangat berpengaruh terhadap pola pikir anak/ intelegensi, emosional, dan tingkah laku anak. Dalam makalah ini akan dipaparkan suatu masalah tentang perkembangan bahasa anak dan implikasinya dalam proses pembelajaran.
Bahasa ( language ) merupakan sebarang bentuk komunikasi di antara orang-orang, baik yang bersifat verbal maupun gerak isyarat dan sikap, penggunaan lambang-lambang dalam komunikasi. (Kamus umum psikologi).
Bahasa merupakan alat sosialisasi dan merupakan dasar perkembangan intelegensi (Pof.Dr. Utami Munandar, 1995: 153).
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tercakup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untukmengungkapkan suatu pikiran, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan, dan mimic muka.( Syamsu Yusuf, 2004:118).
Dari beberapa pengertian bahasa diatas data disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi untuk melakukan aktivitas social sehari-hari.Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan konvergensi dari faktor bawaan dan proses belajar dari lingkungannya. Apabila hanya mengandalkan faktor bawaan yang diturunkan oleh orang tua maka hasilnya tidak berkualitas. Karena, lingkungan juga merupakan pembentuk kepribadian anak yang didukung oleh cara berbahasanya. Lingkungan hendaknya dapat memenuhi kriteria yang dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berlatih mengembangkan kemampuan bahasa.
Berdasarkan prinsip dalam perkembangan bahasa, implikasinya terhadap perkembangan anak adalah anak dapat lebih leluasa dalam mengembangkan kemampuan bahasanya dalam kehidupan sehari- hari. Semakin banyak kosakata yang dimiliki oleh anak maka anak akan lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya. Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga jika seorang guru SD ingin mendapatkan hasil pendidikan yang optimal maka diperlukan bahasa yang komunikatif, dan menggunakan bahasa anak dari pada bahasa orang dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar