Jumat, 28 Juni 2013
(Tim Ahli 3) BAB 3:KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
(Tim Ahli 3)
BAB 3:KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
3.1 Pengertian Individu sebagai Peserta Didik
Individu berasal dari kata individera berarti satu kesatuan organisme yg tidak dapat dibagi-bagi lagi atau tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan (Echols, 1975: 519).
3.2 Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik
Karakteristik(kepribadian) individu dibentuk oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik bawaan, baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak lahir. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap (ajeg), sdangkankarakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Selain karakteristik bawaan, kepribadian juga dipengaruhi oleh lingkungan. Apa yang dipikirkan, dikerjakan, atau dirasakan seseorang, mrupakan hasil perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor biologis yang diwariskandan pengaruh lingkungan sekitar.
3.2.1 Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan manusia,sebagai makhluk individu, terdapat kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan pribadinya. Kebutuhan pribadi inimeliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosio psikologis.
Kehidupan pribadi individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki cirri khusus yang unik. Kehidupan pribadi individu memiliki makna bahwa segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan dan terkait dengan masalah-masalah yang tidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya.
3.2.2 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi
Perkembangan kehidupan pribadi seseorang dipengaruhi oleh factor keturunan (pembawan) dan lingkungan (pengalaman). Aliran nativisme menyatakan bahwa seseorang individu akan menjadi pribadi sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh pembawaan dan sifatnya yang dibawa sejakia dilahirkan. Sementara aliran empirisme mengatakan sebaliknya bahwa seorang individudiibaratkan sebagai kertas yang masih putih bersih (tabularasa). Ia akan menjadi pribadi yang khas dan unik sebagaimana dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan hidup, dan pendidikan. Sedangkan aliran konvergensi menyatakan bahwa kedua factor (pembawaan dan pengalaman) secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang.
3.2.3 Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi
Manusia diciptakan secara unik, berbda satu sama lain dan tidak satu pun memiliki ciri yang sama persis meskipun mereka kembar identik.Setiap individu pasti memiliki karakteristik yang berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan perkembangan berbagai karakteristi individual tampak dalam aspek fisik, intelek, emosi, social, bahasa, bakat, nilai, moral, dan sikap.
3.2.4 Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang. Jika sejak awal perkembangannya, kehidupan pribadi itu terbentuk secara terpadu dan harmonis, tingkah laku yang merupakan pengejawantahan berbagai aspek pribadi itu akan baik pula. Kehidupan pribadi yang mantap dapat memungkinkan seorang individu akan berperilaku mantap pula, yaitu mampu menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan kehidupan.
3.2.5 Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Membiasakan hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu yang baik
b. Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab
c. Membiasakan hidup bearmasyarakat
d. Melatih cara merespon berbagai masalah yang dihadapi dengan baik
e. Mengikuti dan mematuhi peraturan kehidupan keluarga denagn penuh rasa disiplin dan tanggung jawab
f. Melaksanakan pran sesuai dengan status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
3.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Individual Peserta Didik
3.3.1 Pertumbuhan dan perkembangan individual peserta didik
Istilah pertumbuhan biasa digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuran fisik yang secara kuantitatif yang makin lama semakin besar atau panjang. Dan istilah perkembangan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan dalam aspek psikologis dan sosial dimana aspek ini meliputi aspek-aspek intelek,emosi,bahasa,bakat khusus nilai dan moral, serta sikap.
3.3.2Pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan
1. ertumbuhan fisik
Pada dasarnya merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dan tinggi yang prosesnya terjadi sejak sebelum lahir hingga dia dewasa pertumbuhan fisik ini sifatnya dapat di indra oleh mata dan dapat di ukur oleh satuan tertentu
2.Perkembangan Intelektual atau daya pikir
Intelek atau daya piker seseorang berkembang berjalan dengan pertumbuhan saraf otaknya dalam tahap ini inidividu lebih menonjolkan pada sikap refleknya terhadap setimular dan respon terhadap setimulan tersebut.
3.Perkembangan emosi
Berhubungan erat dengan keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan terutama kebutuhan primer jika kebutuhan itu tidak segera dipenuhi dia akan merasa kecewa dan sebaliknya. Kecewa dan puas merupakan perasaan yang mengandung unsur senang dan tidak senang seperti pada pertumbuhan bayi. Emosi ini merupakan perasaaan yang disertai oleh perubahan perilaku fisik sebagai contoh bayi yang lapar akan menangis dan akan semakin keras tangisanya jika tidak segera disusui atau diberi makan, Perasaan marah ditunjukan oleh reaksi teriakan dengan suara keras dan jika sedang merasa gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.
4.Perkembangan Sosial
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, setiap individu tidak dapat berdiri sendiri atau membutuhkan bantuan individu lain demi untuk dapat mempertahankan kehidupanya adapun lingkungan social individu dalam peran perkembangannya dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan luar keluarga,lingkungan masyarakat selalnjutnya orang yang dikenal semakin banyak dan semakin heterogen dalam berkehidupan social. Dalam perkembangannya dia mengetahui bahwa kehidupan manusia itu tidak seorang diri, harus saling membantu dan dibantu, member dan diberi dan sebagainya.
5. Perkembangan Bahasa
Fungsi pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan dengan sesamanya. Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk mnyampaikan isi pikiran dan perasaan kepada orang lain.
6. Bakat Khusus
Seorang yang memiliki bakat akan mudah dapat diamati karena kemampuan yang dimilikinya berkembang dengan pesat, seperti kemampuan dibidang seni, olahraga, atau ketrampiln.
7. Sikap, Nilai, dan Moral
Adapun masa anak-anak, perkembangan moral yang terjadi masih relatife terbatas. Ia belum menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan benar-salah dan baik-buruk atau inteleknya masih terbatas, Selain itu ia belum mengetahui manfaat suatu nilai dan norma dalam kehidupannya. Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, ia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Proses ini dikenal dengan istilah sosialisasi nilai-nilai.
3.4 Perbedaan Individual Peserta Didik
Setiap individu terjadi variasi individual dalam perkembangan yang menyangkut variasi yang terjadi pada aspek fisik maupun psikologis. Hal ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks, melibatkan berbagai unsure yang saling berpengaruh satu sama lain. Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah perbedaan fisik, seperti bentuk badan, warna kulit, bentuk muka, tinggi badan, sikap perilaku seperti kelincahan, banyak bergerak, suka bicara, pendiam, tidak aktif, dan nada suaranya rendah.
3.4.1 Bidang-bidang perbedaan individual
- Umur kronologis
- Jumlah dan jenis pengalaman dan pengetahuan yang dibawa individu
- Kehidupan individu dalam berkelompok, berkeluarga, dan bermasyarakat
- Perbedaan kognitif mengarah pada proses belajar mengajar individu
- Kemampuan berbahasa (kemampuan berbahasa ini berbeda antara satu individu dan individu lainnya serta sangat dipengaruhi oleh factor kecerdasan dan factor lingkungan).
- Perbedaan dalam kecakapan motorik (Kemampuan motorik dipengarui oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir seseorang karena kematangan pertumbuhan fisik dan kemampuan berfikir setiap orang berbeda-beda, kecakapan motorik masing-masing pun berbeda).
- Perbedaan dalam latar belakang (latar belakang keluarga, baik dilihat dari segi sosial ekonomi, cultural adalah berbeda-beda. Demikian pula lingkungan sekitarnya, baik lingkungan social budaya maupun lingkungan fisik akan berpengaruh yang berbeda-beda.
- Perbedaan bakat ( bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seseorang sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang secara baik apabila mendapat rangsangan dan latihan secara tepat oleh karena itu bakat masing-masing individu sangat komplek hal ini tergantung individu itu sendiri dan pemberian rangsangan maupun pelatihannya
- Perbedaan dalam kesiapan belajar (perbedaan individu tidak hanya disebabkan oleh keragaman kematangan tapi juga oleh keragaman latar belakkang sebelumnya) contoh bagi anak kelas satu sekolah dasar ditemukan umur kronologis antara 3tahun sampai 8tahun yang secara normal seharusnya telah duduk di kelas 2 atau 3 tapi kemampuan belajarnya masih sama dengan mereka yang duduk di kelas 1 hal ini menggambarkan pengaruh lingkungan keluarga yang amat buruk sehingga kemampuan dan ekspresi berbahasanya kurang baik
3.4.2 Perbedaan individual yang unik
Setiap individu adalah khas atau unik perbedaan ini meliputi perbedaan fisik , pola berfikir dan cara merespon atau mempelajari hal baru. Distikalam hal belajar, tiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan, dalam menyerap materi pelajaran. Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk memenuhi tuntutan perbedaan individu.Berdasarkan kemampuan yang dimillki otak cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu: Cara belajar visual atau melihat, auditorial atau mendengar,dan kinestik.Pengategorian ini merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika dia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar, dia mudah menyerap pelajaran karena individu menemukan metode belajar yang sesua dengan karakteristik cara belajar dirinya, dia akan cepat menjadi pintar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar