Jumat, 28 Juni 2013

Kondisi yang Menimbulkan Perbedaan dalam Belajar Berbicara



Telah disebutkan beberapa kali bahwa kemampuan anak dalam berbicara tidak sama antara satu anak dengan anak yang lain. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain dipengaruhi oleh beberapa kondisi (Hurlock, 1978), yaitu:
    Kesehatan
Anak yang sehat, lebih cepat belajar berbicara ketimbang anak yang tidak sehat, karena motivasinya lebih kuat untuk menjadi anggota kelompok sosial dan berkomunikasi dengan anggota kelompok tersebut.
    Kecerdasan
Anak yang memiliki kecerdasan tinggi akan belajar lebih cepat dan memperlihatkan penguasaan bahasa yang lebih unggul ketimbang anak yang tingkat kecerdasan nya rendah.
     Keadaan sosial ekonomi
Anak dari kelompok yang keadaan sosial ekonominya tinggi akan lebih mudah belajar berbicara, mengungkapkan dirinya lebih baik, dan lebih banyak berbicara ketimbang anak dari kelompok yang keadaan sosial ekonominya lebih rendah. Penyebab utamanya adalah bahwa anak dari kelompok yang tinggi, lebih banyak didorong untuk berbicara dan lebih banyak dibimbing untuk melakukannya.
    Jenis kelamin
Dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lebih tertinggal dalam belajar berbicara. Pada setiap jenjang umur, kalimat anak lelaki lebih pendek dan kurang betul tata bahasanya, kosakata yang diucapkan lebih sedikit, dan pengucapannya kurang tepat ketimbang anak perempuan.
    Keinginan berkomunikasi
Semakin kuat keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain, maka akan semakin kuat motivasi anak untuk belajar berbicara, dan ia akan semakin bersedia menyisihkan waktu dan mengeluarkan usaha yang lebih besar untuk belajar.
     Dorongan
Semakin banyak anak didorong untuk berbicara dengan mengajaknya bicara dan didorong dengan menanggapinya, maka akan semakin awal mereka belajar berbicara dan semakin baik kualitas bicaranya.
    Ukuran keluarga
Anak tunggal atau anak dari keluarga kecil biasanya berbicara lebih awal dan lebih baik ketimbang anak dari keluarga besar, karena orangtua dapat menyisihkan waktu yang lebih banyak untuk mengajar anaknya berbicara.
    Urutan kelahiran
Dalam keluarga yang sama, anak pertama lebih unggul ketimbang anak yang lahir kemudian. Hal ini disebabkan orangtua dapat menyisihkan waktunya yang lebih banyak untuk mengajar dan mendorong anak yang lahir pertama  dalam belajar berbicara ketimbang untuk anak yang lahir kemudian.
    Metode pelatihan anak
Anak yang dilatih secara otoriter yang menekankan bahwa “anak harus dilihat dan buak didengar” merupakan hambatan untuk belajar, sedangkan pelatihan yang memberikan keleluasaan dan demokratis akan mendorong anak untuk belajar.
Kelahiran kembar
Anak yang lahir kembar umumnya terlambat dalam perkembangan bicaranya terutama karena mereka lebih banyak bergaul dengan saudara kembarnya dan hanya memahami logat khusus yang mereka miliki. Hal ini melemahkan motivasi mereka untuk belajar berbicara agar orang lain dapat memahami mereka
Hubungan dengan teman sebaya
Semakin banyak hubungan anak dengan teman sebayanya dan semakin besar keinginan mereka untuk diterima sebagai anggota kelompok sebaya, akan semakin kuat motivasi mereka untuk belajar berbicara.
    Kepribadian
Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik cenderung mempunyai kemampuan bicara lebih baik, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif, ketimbang anak yang penyesuaian dirinya jelek. Kenyataannya, bicara seringkali dipandang sebagai salah satu petunjuk anak yang sehat mental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar