Telah disebutkan
beberapa kali bahwa kemampuan anak dalam berbicara tidak sama antara satu anak
dengan anak yang lain. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain dipengaruhi
oleh beberapa kondisi (Hurlock, 1978), yaitu:
Kesehatan
Anak yang sehat,
lebih cepat belajar berbicara ketimbang anak yang tidak sehat, karena
motivasinya lebih kuat untuk menjadi anggota kelompok sosial dan berkomunikasi
dengan anggota kelompok tersebut.
Kecerdasan
Anak yang memiliki
kecerdasan tinggi akan belajar lebih cepat dan memperlihatkan penguasaan bahasa
yang lebih unggul ketimbang anak yang tingkat kecerdasan nya rendah.
Keadaan sosial ekonomi
Anak dari kelompok
yang keadaan sosial ekonominya tinggi akan lebih mudah belajar berbicara,
mengungkapkan dirinya lebih baik, dan lebih banyak berbicara ketimbang anak
dari kelompok yang keadaan sosial ekonominya lebih rendah. Penyebab utamanya
adalah bahwa anak dari kelompok yang tinggi, lebih banyak didorong untuk
berbicara dan lebih banyak dibimbing untuk melakukannya.
Jenis kelamin
Dibandingkan dengan
anak perempuan, anak laki-laki lebih tertinggal dalam belajar berbicara. Pada
setiap jenjang umur, kalimat anak lelaki lebih pendek dan kurang betul tata
bahasanya, kosakata yang diucapkan lebih sedikit, dan pengucapannya kurang
tepat ketimbang anak perempuan.
Keinginan berkomunikasi
Semakin kuat
keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain, maka akan semakin kuat
motivasi anak untuk belajar berbicara, dan ia akan semakin bersedia menyisihkan
waktu dan mengeluarkan usaha yang lebih besar untuk belajar.
Dorongan
Semakin banyak anak
didorong untuk berbicara dengan mengajaknya bicara dan didorong dengan
menanggapinya, maka akan semakin awal mereka belajar berbicara dan semakin baik
kualitas bicaranya.
Ukuran keluarga
Anak tunggal atau
anak dari keluarga kecil biasanya berbicara lebih awal dan lebih baik ketimbang
anak dari keluarga besar, karena orangtua dapat menyisihkan waktu yang lebih
banyak untuk mengajar anaknya berbicara.
Urutan kelahiran
Dalam keluarga yang
sama, anak pertama lebih unggul ketimbang anak yang lahir kemudian. Hal ini
disebabkan orangtua dapat menyisihkan waktunya yang lebih banyak untuk mengajar
dan mendorong anak yang lahir pertama
dalam belajar berbicara ketimbang untuk anak yang lahir kemudian.
Metode pelatihan anak
Anak yang dilatih
secara otoriter yang menekankan bahwa “anak harus dilihat dan buak didengar”
merupakan hambatan untuk belajar, sedangkan pelatihan yang memberikan
keleluasaan dan demokratis akan mendorong anak untuk belajar.
Kelahiran kembar
Anak yang lahir
kembar umumnya terlambat dalam perkembangan bicaranya terutama karena mereka
lebih banyak bergaul dengan saudara kembarnya dan hanya memahami logat khusus
yang mereka miliki. Hal ini melemahkan motivasi mereka untuk belajar berbicara
agar orang lain dapat memahami mereka
Hubungan dengan teman sebaya
Semakin banyak
hubungan anak dengan teman sebayanya dan semakin besar keinginan mereka untuk
diterima sebagai anggota kelompok sebaya, akan semakin kuat motivasi mereka
untuk belajar berbicara.
Kepribadian
Anak yang dapat
menyesuaikan diri dengan baik cenderung mempunyai kemampuan bicara lebih baik,
baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif, ketimbang anak yang
penyesuaian dirinya jelek. Kenyataannya, bicara seringkali dipandang sebagai
salah satu petunjuk anak yang sehat mental.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar