1. Tahap pralinguistik (0,3 - 1 tahun)
Anak mulai mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai
fungsi komunikatif.
2. Tahap halofrastik/kalimat satu kata (1 -
1,8 tahun)
Anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya.
3. Tahap kalimat dua kata (1,8 – 2 tahun)
Anak menyatakan maksud dan berkomunikasi dengan menggunakan kalimat dua
kata
4. Tahap perkembangan tatabahasa (2 – 5
tahun)
Anak mulai mengembangkan sejumlah sarana tatabahasa, panjang kalimat
bertambah, ucapannya semakin kompleks dan mulai menggunakan kata jamak dan
tugas.
5. Tahap perkembangan tatabahasa menjelang
dewasa (5 – 10 tahun)
Anak mulai mengembangkan struktur tatabahasa yang lebih rumit,
melibatkan gabungan kalimat sederhana dengan komplementasi, relativasi, dan
konjugasi.
6. Tahap kompetensi lengkap (11 tahun
sampai dewasa)
Pembendaharaan kata terus meningkat, gaya bahasa mengalami perubahan,
semakin lancar dan fasih berkomunikasi dengan bahasa.
Dalam aktivitas
berpikir, di dalamnya melibatkan bahasa. Berpikir merupakan percakapan dalam hati.
Bahasa merupakan alat untuk berpikir dan bahasa mengekspresikan hasil pemikiran
tersebut. Jadi berpikir dan berbahasa merupakan dua aktivitas yang saling
melengkapi dan terjadi dalam waktu yang relatif bersamaan. Kemampuan berpikir
seseorang menentukan kemampuan berbahasanya. Sebaliknya, kemampuan berbahasa
seseorang merupakan cerminan kemampuan berpikirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar