a.
Bahasa
sebagai Warisan Biologis
Pada
waktu dilahirkan ke dunia, anak belum siap untuk mengggunakan bahasa seperti
halny burung. Namun, anak-anak ketika dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan
Alat Pemerolehan Bahasa (Leanguage Acquisition Device = LAD) yaitu ikatan
biologis yang memungkinkan anak menditeksi kategori bahsa tertentu, seperti
fonologi, sintaksis dan semantik. LAD adalah suatu kemampuan gramatikal yang
dimiliki manusia yang dibawa sejak lahir yang mendasari semua bahasa manusia.
Dalam proses perkembangan bahasa, otak juga turut berperan penting dalam
pemahaman bahasa, otak kiri berperan penting dibandingkan dengan otak kanan.
Tetapi dalam bebagai kegiatan, otak kiri dan otak kanan saling berkaitanAnak di
lahirkan pada dasarnya belum bisa berbicara. Bahasa yang di peroleh anak dapat
berhubungan dengan evolusi biologis, otak, system, syaraf dan sistem vokal.
Seseorang belajar bahasa memerlukan waktu tertentu pula. Pada dasarnya anak di
lahirkan ke dunia di lengkapi dengan alatalat pemerolehan bahasa yaitu ikatan
biologis yang memungkinkan anak dapat memahami bahasa tersebut seperti
fonologi, sintaksis dan sematik. Proses perkembangan bahasa pada anak
memerlukan waktu dan bertahap sehingga harus di kembangkan mulai sejak dini.
Peranan biologis dalam perkembangan bahasa sangat kuat akan tetapi aspek yang lebih
mempunyai peranan lebih penting yaitu aspek lingkungan.
b.
Bahasa Sebagai Warisan Lingkungan
Kebanyakan
seorang anak dapat menguasai bahasa karena faktor dari luar individu, yaitu
lingkungan. Lingkungan yang sangat berperan dalam mewariskan bahasa kepada anak
adalah lingkungan keluarga. Hal itu disebabkan karena keluarga menjadi tempat
proses berkembangnya seorang anak untuk menjadi manusia yang sempurna. Bahasa
anak-anak diperoleh dari pengukuhan dan peniruan yang dilakukan si anak
terhadap bahasa di lingkungan tempat tingggalnya Dalam kehidupan manusia faktor
lingkungan sangat penting dan berpengaruh bagi perkembangan seseorang karena
seseorang dapat menggunakan bahasa dari usia dini sampai sekarang ini karena
pengaruh dari lingkungannya. Lingkungan dapat berpengaruh terhadap sistem
komunikasi seseorang dan sangat membangkitkan minat dalam pemerolehan bahasa.
Seseorang dalam memperoleh bahasa. Contoh bahasa sebagai warisan lingkungan
yaitu misalkna seorang ibiu mengajarkan bahasa atau mengajak anak untuk
bercakap-cakap. Dalam hal ini maka anaka tersebut akan lebih mengenal tentang
bahasa dan mempunyaim kemampuan tentang bahasa kemudian setelah anak ini sudah
memahami bahasa setelah itu ibu juga bisa meningkatkan tentang pengetahuan
bahasanya dengan cara menyuruh anak untuk berberita dan mengajak tanya jawab
tentang kejadian yang di alaminya pada waktu di sekolah. Dengan kegiatan ini
maka anak akan lebih memahami , mengetahui, dan menggunakan bahasa dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar