Jumat, 28 Juni 2013

Memahami Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak


Memahami Bagaimana Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak…?


Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain dalam cara yang dapat dipahami penting artinya untuk menjadi kelompok. Anak yang mampu berkomunikasi dengan baik akan diterima lebih baik oleh kelompok sosial dan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memerankan kepemimpinannya dibanding anak yang kurang mampu berkomunikasi atau takut menggunakannya, anak dinilai oleh anggota kelompok sosialnya dalam kaitannya dengan yang mereka katakan dan bagaimana mereka mengatakannya. Latar belakang sosial, asal usul ras, kelayakan kelamin dan banyak karakteristik pribadi lainnya diisyaratkan kepada orang lain melalui bicara.
Dalam perkembangan menuju kematangan sosial, anak mewujudkannya dalam bentuk-bentuk interaksi sosial, di antaranya:
1. Negativisme yaitu bentuk tingkah laku menantang kenyataan.
2. Agression yaitu perilaku menyerang balik secara fisik maupun kata-kata.
3. Berselisih yaitu sikap yang terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
4. Teasing yaitu bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang digodanya.
5. Rivaly yaitu sikap mau berkompetisi dengan orang lain. Sikap ini mulai nampak pada usia tiga tahun atau awal empat tahun, pada usia enam hingga tujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.
6. Cooperation yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain.
7. Ascendant behavior yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness.
8. Selffishness yaitu sikap egosentris dalam memenuhi keinginannya.
9. Sympaty yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerja sama dengan dirinya.
Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan berbagai aspek psikologis yang ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya. Perilaku individu yang menggambarkan perpaduan berbagai aspek itu terbentuk dan berkembang di dalam lingkungannya. Sebagaimana diketahui bahwa lingkungan tempat individu tinggal dan berkembang itu sangat kompleks dan berbeda-beda. Individu pertama kali tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarganya. Sesuai dengan fungsinya, lingkungan keluarga berperan sebagai media dalam pembentukan pribadi anak. Seperti telah diuraikan bahwa perkembangan anak yang menyangkut psikofisis dipengaruhi oleh status sosial ekonomi, nilai-nilai dan pandangan hidup keluarga, serta pola kehidupan keluarga lainnya, seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap agama, pendidikan, dan kesehatan, serta kepatuhan terhadap nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakatnya.
Menurut ahli psikologi, perkembangan kehidupan pribadi seseorang dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi pribadi sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh pembawaan dan sifatnya yang dibawa sejak ia dilahirkan. Sementara itu, aliran empirisme mengatakan bahwa seorang individu diibaratkan sebagai kertas yang masih putih bersih (tabularasa). Ia akan menjadi pribadi yang khas dan unik sebagaimana yang dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan, atau lingkungan hidupnya. Kedua aliran tersebut menggambarkan bahwa faktor bakat dan lingkungan saling memiliki pengaruh yang kuat dan dominan terhadap pembentukann dan perkembangan kepribadian seseorang. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi yang menyatakan bahwa pengaruh pembawaan dan lingkungan sama-sama dominan dalam pembentukan kepribadian individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar