Memahami Bagaimana Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak…?
Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain dalam
cara yang dapat dipahami penting artinya untuk menjadi kelompok. Anak yang
mampu berkomunikasi dengan baik akan diterima lebih baik oleh kelompok sosial
dan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memerankan kepemimpinannya
dibanding anak yang kurang mampu berkomunikasi atau takut menggunakannya, anak
dinilai oleh anggota kelompok sosialnya dalam kaitannya dengan yang mereka
katakan dan bagaimana mereka mengatakannya. Latar belakang sosial, asal usul
ras, kelayakan kelamin dan banyak karakteristik pribadi lainnya diisyaratkan
kepada orang lain melalui bicara.
Dalam perkembangan menuju kematangan sosial,
anak mewujudkannya dalam bentuk-bentuk interaksi sosial, di antaranya:
1. Negativisme yaitu bentuk tingkah laku
menantang kenyataan.
2. Agression yaitu perilaku menyerang balik
secara fisik maupun kata-kata.
3. Berselisih yaitu sikap yang terjadi jika anak
merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
4. Teasing yaitu bentuk lain dari sikap agresif,
menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal
(kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang
digodanya.
5. Rivaly yaitu sikap mau berkompetisi dengan
orang lain. Sikap ini mulai nampak pada usia tiga tahun atau awal empat tahun,
pada usia enam hingga tujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.
6. Cooperation yaitu sikap mau bekerja sama
dengan orang lain.
7. Ascendant behavior yaitu tingkah laku untuk
menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness.
8. Selffishness yaitu sikap egosentris dalam
memenuhi keinginannya.
9. Sympaty yaitu sikap emosional yang mendorong
individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerja
sama dengan dirinya.
Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan
berbagai aspek psikologis yang ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya. Perilaku
individu yang menggambarkan perpaduan berbagai aspek itu terbentuk dan
berkembang di dalam lingkungannya. Sebagaimana diketahui bahwa lingkungan
tempat individu tinggal dan berkembang itu sangat kompleks dan berbeda-beda.
Individu pertama kali tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarganya. Sesuai
dengan fungsinya, lingkungan keluarga berperan sebagai media dalam pembentukan
pribadi anak. Seperti telah diuraikan bahwa perkembangan anak yang menyangkut
psikofisis dipengaruhi oleh status sosial ekonomi, nilai-nilai dan pandangan
hidup keluarga, serta pola kehidupan keluarga lainnya, seperti kedisiplinan,
kepedulian terhadap agama, pendidikan, dan kesehatan, serta kepatuhan terhadap
nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakatnya.
Menurut ahli psikologi, perkembangan kehidupan
pribadi seseorang dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan.
Aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi pribadi
sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh pembawaan dan sifatnya yang
dibawa sejak ia dilahirkan. Sementara itu, aliran empirisme mengatakan bahwa
seorang individu diibaratkan sebagai kertas yang masih putih bersih
(tabularasa). Ia akan menjadi pribadi yang khas dan unik sebagaimana yang
dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan, atau lingkungan hidupnya. Kedua aliran
tersebut menggambarkan bahwa faktor bakat dan lingkungan saling memiliki
pengaruh yang kuat dan dominan terhadap pembentukann dan perkembangan
kepribadian seseorang. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara
terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang adalah aliran
konvergensi yang menyatakan bahwa pengaruh pembawaan dan lingkungan sama-sama
dominan dalam pembentukan kepribadian individu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar