Jumat, 28 Juni 2013

Enam karakteristik perubahan individu dalam arti perkembangan


NAMA                 : ANDI RAMADHANA B                                             KELAS                :  C 7.1                                                                                                                               NIM                     :1247141027                                       
KELOMPOK        :  II (DUA)                 
                                                                                                                                              
                                                                                                                                    
v   Enam karakteristik perubahan individu dalam arti perkembangan
a.)  Perubahan dalam  arti perkembangan  terutama berakar pada unsur biologis.Pengalaman-pengalaman aktivitas-aktivitas khusus anak dapat menimbulkan perubahan  pada diri yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak yang berlatih menari menjadi terampil menari ,anak yang belajar matematika atau berhitung menjadi mahir dalam mengerjakan soal-soal hitungan. Perubahan-perubahan semacam itu bukan merupakan perkembangan, melainkan lebih merupakan fungsi langsung dari pengalaman khusus yang diupayakan.Perubahan dalam arti perkembangan lebih berkaitan dengan fungsi waktu dan kematangan biologis, sehingga terjadi dalam periode yang lebih lama dan bersifat umum,,tidak terkait dengan peristiwa atau pengalaman tertentu . Namun tak dapat dipungkiri bahwa pengalaman belajar yang dialami seseorang akan mempengaruhi proses perkembangan yang bersangkutan. 
 b.) Perkembangan dapat mencakup perubahan baik dalam struktur maupun fungsi atau perubahan fungsi maupun psikis. Perubahan dalam struktur  lazimnya merujuk pada perubahan fisik baik dalam hal ukuran maupun bentuknya seperti perubahan lengan, kaki, otot, jaringan syaraf, atau bagian-bagian tubuh lainnya, sedangkan perubahan fungsi mengacu kepada perubahan dalam aktivitas yang terdapat dalam struktur fisik seperti kelenturan otot,keterampilan bergerak,kemampuan berpikir, dan reaksi-reaksi emosional.
c.) Perubahan dalam arti perkembangan bersifat terpola, teratur, terorganisasi, dan dapat diprediksi.Ini berarti bahwa secara normal , perkembangan individu mengikuti poloa-pola tertentu yang sudah dapat diketahui dan diperkirakan.Misalnya anak bisa duduk sendiri pada pada sekitar usia 6 bulan , bisa merangkak pada sekitar usia 7 bulan , bisa berjalan sendiri pada sekitar usia 11-12 bulan ,bisa mengucapkan kata pertama pada sekitar usia 10-12 bulan ,lebih menyenangi aktivitas bermain pada kira-kira usia sekitar 4-5 tahun ,dan lebih menyenangi aktifitas permainan (games) yang melibatkan aturan pada sekitar usia 7-8 tahun.
d.) Perkembangan bersifat unik bagi setiap individu artinya masing-masing kita berkembang  dengan cara-cara tertentu seperti semua individu yang lain seperti beberapa individu yang lain,dan tak seperti ada individu yang lain .Jadi disamping adanya kesamaan-kesamaan umum dalam pola-pola perkembangan yang dialami oleh setiap individu,terjadinya variasi individual dalam perkembangan anak  bisa terjadi pada setiap saat .Hal ini terjadi karena perkembangan anak itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks ,melibatkan berbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain.Contohnya seorang anak perempuan lebih senang  membantu ibunya  di rumah daripada bermain dengan  teman sepermainannya .                                                                                                                              e.) Perubahan dalam arti perkembangan  terjadi secara bertahap dalam jangka                              waktu yang relatif lama.Maksudya bahwa perubahan dalam arti perkembangan bukan merupakan yang sifatnya sesaat ,melainkan terjadi dalam suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan dalam waktu relatif lama .Contohya  pertumbuhan mulai dari proses balita ,anak-anak ,remaja ,dewasa ,dan usia lanjut.
f.) Perubahan dalam arti perkembangan dapat berlangsung sepanjang hayat dari mulai sejak masa konsepsi hingga meninggal dunia .Perkembangan tidak hanya terbatas sampai dengan masa remaja ,melainkan dapat berlanjut terus hingga seseorang meninggal dunia .Ini juga berarti bahwa perubahan dalam arti perkembangan tidak hanya mencakup proses pertumbuhan, pematangan,dan penyempurnnan ,melainkan juga mencakup proses penurunan  ,dan perusakan.                                                                                                                                           Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan dapat didefinisikan sebagai pola perubahan organisme (individu) baik dalam struktur maupun fungsi  ( fisik maupun psikis )yang terjadi secaa teratur dan terorganisasi serta berlangsung sepanjang hayat.

Anak sebagai suatu Totalitas


NAMA               : ANDI RAMADHANA B
NIM                   : 1247141027
KELAS              : C7.1
KELOMPOK   :  V

B. Anak sebagai Suatu Totalitas
    Sebagai objek studi psikologi perkembangan, anak dipandang sebagai suatu totalitas. Konsep anak sebagai suatu totalitas sekurang-kurangnya dapat mengandung riga pengertian berikut :
a.     Anak adalah makhluk hidup(organisme)yang merupakan suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yangterdapat dalam dirinya.
b.     Dalam kehidupan dan perkembangan anak, keseluruhan aspek anak tersebutsalin terjalin satu sama lain.
c.      Anak berbeda dari orang dewasa bukan sekedar secara fisik, tetapi secara keseluruhan.
     Sebagai suatu totalitas, anak dipandang sebagai makhluk hidup (organisme) yg utuh, yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan aspek fisik dan psikis yg terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek fisik dan psikis anak tersebut tak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena itu, anak juga dipandang sebagai individu. Istilah individu berasal dari kata undivided yg berari tak dapat dipisahkan antara suatu bagian dgn bagian lainnya. Dalam hal ini, tentunya Anda tidak akan memandang sebagai anak kepada sekumpulan organ tubuh anak (misalnya ada kepala, bagian tubuh, dua lengan, dan dua kaki) yg terpisah satu sama lain.
      Lebih lanjut, konsep anak sebagai suatu totalitas atau kesatuan mengandung arti bahwa terdapat saling keterjalinan atau keterikatan antara keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak. Keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling terjalin dan saling memberikan dukungan fungsional satu sama lain. Sebagai misal, anak yg sedang sakit panas bisa menjadi lain perilakunya(rewel); anak yg sedang marah bisa menangis menjerit-jerit, anak yg sedang malu bisa kemerah-merahan pipinya, anak yg sedang aktif melakukan berbagai aktivitas fisik bisa aktif pula kegiatan mentalnya. Contoh-contoh tersebut mengilustrasikan adanya keterkaitan dan keterpaduan dalam proses kehidupan dan aktivitas anak. Reaksi-reaksi psikis anak selalu disertai dengan reaksi fisiknya, dan begitu pula sebaliknya.
     Bila dibanding dgn orang dewasa, konsep anak sebagai suatu totalitas juga mengandung arti bahwa perbedaan anak dengan orang dewasa tidak terbatas secara fisik melainkan secara keseluruhan. Anak bukan miniatur dari orang dewasa, tetapi anak adalah anak yg dalam keseluruhan aspek dirinya bisa berbeda dari org dewasa. Secara fisik, anak sedang mengalami pertumbuhan yg pesat, sebaliknya, fisik org dewasa sudah relatif tidak berkembang lagi. Sementara anak cenderung didomoinasi oleh pola pikir yg bersifat egosentrik, maka org dewasa sudah lebih mampu berpikir empatik dan sosial. Begitu juga kalau daya pikir anak masih terbatas pada hal-hal yg konkret, maka orang dewas sudah mampu berpikir abstrak dan universal.
      Demikian pengertian anak sebagai totalitas, yakni sebagai suatu organisme atau individu yg merupakan suatu kesatuan yg terintegrasi dari keseluruhan organ fisik dan aspek psikis yg terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek yg terdapat dalam diri anak tersebut salin terjalin satu sama lain. Karena itu, perbedaan anak dengan orang dewasa tidak hanya terjadi dalam aspek fisik atau fsikis, melainkan secara keseluruhan.

IMPLIKASI bagi KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR



Implikasi Bahasa Dalam Kegiatan Belajar Mengajar
Apabila kegiatan belajar mengajar yang berjalan di kelas dilakukan dengan efektif, maka akan berdampak baik pada perkembangan bahasa anak. Namun, apabila kegiatan belajar mengajar yang berjalan tak efektif, maka hasil dalam perkembangan belajar anak akan mengalami hambatan. Untuk dapat menghasilkan hasil belajar yang optimal, seorang guru juga harus dapat menggunakan bahasa yang komunikatif untuk menyampaikan pelajaran kepada anak didik. Bahasa yang komunikatif disini adalah bahasa yang sesuai dengan anak didik, atau dengan kata lain bahasa yang digunakan adalah bahasa anak bukan bahasa orang dewasa, karena anak didik masih usia anak-anak. Pengaturan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa sangat diperlukan, karena akan berdampak pada perkembangan bahasa anak secara positif. Anak tidak hanya menjadi penggguna bahasa yang pasif, tetapi juga akan menjadi penggguna bahasa yang aktif
Implikasi Bahasa terhadap Perkembangan Anak
Manusia sebagai makhluk hidup tidak bisa lepas dari kegiatan berkomunikasi, dalam berkomunikasi setiap orang memerlukan suatu media salah satunya adalah bahasa. Bahasa merupakan suatu media yang digunakan dalam berkomunkasi yang berasal dari alat ucap manusia. Pada dasarnya bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya berupa bicara, melainkan juga dapat diwujudkan dengan tanda isyarat tangan atau aainnyanggota tubuh!. Bahasa selalu di gunakan di mana-mana karena bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting. Misalnya di dalam lingkungan sekolah bahasa dapat di gunakan sebagai alat komunikasi antara siswa dan gurunya karena bahasa ini lah yang dapat memperlancar suatu komunikasi. Interaksi yang di lakukan oleh seorang guru dan siswanya akan lebih efektif jika bahasa yang di gunakanya baik.

BAHASA sebagai WARISAN BIOLOGIS dan LINGKUNGAN



a.     Bahasa sebagai Warisan Biologis
            Pada waktu dilahirkan ke dunia, anak belum siap untuk mengggunakan bahasa seperti halny burung. Namun, anak-anak ketika dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan Alat Pemerolehan Bahasa (Leanguage Acquisition Device = LAD) yaitu ikatan biologis yang memungkinkan anak menditeksi kategori bahsa tertentu, seperti fonologi, sintaksis dan semantik. LAD adalah suatu kemampuan gramatikal yang dimiliki manusia yang dibawa sejak lahir yang mendasari semua bahasa manusia. Dalam proses perkembangan bahasa, otak juga turut berperan penting dalam pemahaman bahasa, otak kiri berperan penting dibandingkan dengan otak kanan. Tetapi dalam bebagai kegiatan, otak kiri dan otak kanan saling berkaitanAnak di lahirkan pada dasarnya belum bisa berbicara. Bahasa yang di peroleh anak dapat berhubungan dengan evolusi biologis, otak, system, syaraf dan sistem vokal. Seseorang belajar bahasa memerlukan waktu tertentu pula. Pada dasarnya anak di lahirkan ke dunia di lengkapi dengan alatalat pemerolehan bahasa yaitu ikatan biologis yang memungkinkan anak dapat memahami bahasa tersebut seperti fonologi, sintaksis dan sematik. Proses perkembangan bahasa pada anak memerlukan waktu dan bertahap sehingga harus di kembangkan mulai sejak dini. Peranan biologis dalam perkembangan bahasa sangat kuat akan tetapi aspek yang lebih mempunyai peranan lebih penting yaitu aspek lingkungan.
b.      Bahasa Sebagai Warisan Lingkungan
Kebanyakan seorang anak dapat menguasai bahasa karena faktor dari luar individu, yaitu lingkungan. Lingkungan yang sangat berperan dalam mewariskan bahasa kepada anak adalah lingkungan keluarga. Hal itu disebabkan karena keluarga menjadi tempat proses berkembangnya seorang anak untuk menjadi manusia yang sempurna. Bahasa anak-anak diperoleh dari pengukuhan dan peniruan yang dilakukan si anak terhadap bahasa di lingkungan tempat tingggalnya Dalam kehidupan manusia faktor lingkungan sangat penting dan berpengaruh bagi perkembangan seseorang karena seseorang dapat menggunakan bahasa dari usia dini sampai sekarang ini karena pengaruh dari lingkungannya. Lingkungan dapat berpengaruh terhadap sistem komunikasi seseorang dan sangat membangkitkan minat dalam pemerolehan bahasa. Seseorang dalam memperoleh bahasa. Contoh bahasa sebagai warisan lingkungan yaitu misalkna seorang ibiu mengajarkan bahasa atau mengajak anak untuk bercakap-cakap. Dalam hal ini maka anaka tersebut akan lebih mengenal tentang bahasa dan mempunyaim kemampuan tentang bahasa kemudian setelah anak ini sudah memahami bahasa setelah itu ibu juga bisa meningkatkan tentang pengetahuan bahasanya dengan cara menyuruh anak untuk berberita dan mengajak tanya jawab tentang kejadian yang di alaminya pada waktu di sekolah. Dengan kegiatan ini maka anak akan lebih memahami , mengetahui, dan menggunakan bahasa dengan baik.

PENGERTIAN dan KOMPONEN BAHASA



a. Pengertian Bahasa
Dalam kehidupan sehari-hari manusia sangat memerlukan bahasa sebagai suatu alat komunikasi dengan manusia lainnya. Bahasa merupakan suatu simbol dan kata-kata untuk menyampaikan suatu ide atau konsep yang ada di pikiran seseorang. Bahasa sebagai alat komunukasi tidak hanya di ungkapkan melalui kata-kata melainkan dapat di ingkapkan juga melaui bahasa isyarat atau suatu gerak anggota tubuh yang dapat lebih memperkuat suatu komunikasi. Setiap masyarakat mempunyai bahas ayang berbeda-beda karena bahasa yang ada sangat lah bervariasi tergantung dengan lingkungan sekitarnya. Setiap bahasa mempunyai karateristik yang bervariasi. Ada beberapa karateristik tentang bahasa :
Setiap bahasa mempunyai kata-kataArtinya bahwa kata-kata ini dapat merujuk objek-objek orang, aktivitas, kejadian bahkan ide-ide yang abstrak . Jadi bahasa yang berbeda mempunyai nama yang berbeda pula. Misalnya kata buku dalam baahasa inggris sedangkan dalam bahasa indonesia yaitu buku.
Urutan kata-kata merupakan karateristikyang di kehendaki dalam suatu bahasa. Kata-kata ini memerlukan suatu urutan agar dapat menjadi kalimat yang utuh sehingga akan mempermudahkan suatu komunikasiSutau kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat bermakna yang terbatas yang menggunakan suatu himpunan kata sehingga menjadikan bahasa sebagai suatu yang adapat memunculkan suatu kekreatifan.
Penggunaaan bahasa dapat mengkomunikasikan suatu informasi tentang suatu hal. Tata penggunaan bahasa merupaka aspek yang sangat penting sebagai karateristik suatu bahasa. Bahasa sangat di perlikan oleh seseorang dalam kehidupannya karena bahasa mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sutu alat komunikasi
B.KOMPONEN BAHASA
1.Language
Bahasa adalah suatu alat komunikasi yang di gunakan manusia untuk mengungkapkan suatu exspresi atau ke inginan yang timbul dari dalam dirinya dan masih banyak penjelasan lainnya tentang bahasa, tentunya kalau kita membahas bahasa sangat luas sekali namun dalam catatan ini pembahasan bahasa yang di maksud ialah pembahasan bagaimana kita mempelajari cara untuk memahami ENGLISH LANGUAGE/bahasa inggris, yang muda-mudahan dengan catatan ini kita bisa lebih memahami dan mudah dalam belajar dan mempelajari bahasa inggris. english language/bahasa inggris bisa di sebut dengan bahasa internasional yang di setiap negara di haruskan untuk mempelajari bahasa tersebut.
untuk mempelajari bahasa inggris coba kita kenali dulu apa itu yang di namakan
2.GRAMMER and SPEAKING
Bagi pemula mungkin GRAMMAR and SPEAKING sangat Asing, namun dalam catatan ini kami berharap ke asingan itu menjadi keasikan sehingga bisa membuat anda sekalian bisa senang dan semangat dalam mempelajari bahasa Inggris tersebut. sebuah ilustrasi dari kami terutama saya sebagai penulis ingin memberi sedikit gambaran bagaimana semangat itu ada, saya adalah seorang yang mungkin memilliki IQ di bawah rata-rata rendah, apalagi dalam hal bahasa inggris. dulu pelajaran bahasa inggris di sekolah menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi saya, namun dengan berjalannya waktu dan diberinya jalan dari Alloh. Alhamdulilah ketakutan itu menjadi keinginan untuk terus belajar, tentunya harus di sertai dengan berdo’a dan terus belajar, dan sampai akhirnya dengan sedikit ilmu yang saya miliki, saya bisa memberikan catatan ini bagi pembaca agar menjadi motifasi untuk semangat mencari ilmu karna ilmu membuat manusia menjadi mulia, karna ilmu adalah suatu obat bagi manusia dan masih banyak manfaat dari orang yang memiliki ilmu.
Let the spirit…!!! respiratory don’t think it is difficult english language, english think that’s fun
ayo semangat…!!! jangan perna berfikir bahasa inggris itu sulit berfikirlah bahwa bahasa inggris itu menyenanggkan.
Jika kebodahan itu adalah suatu penyakitmaka manusia yang baru terlahir sudah memiliki penyakit tersebutdan untuk menyembuhkan penyakit kebodohan ituobatnya adalah ilmujadi bagi yang ingin sembuh dari penyakit kebodohan itumarilah kita mencari ilmu. Kalau kita sebut bahasa adalah sebuah alat komunikasi maka untuk mempermudah pemahaman kita, alat komunikasi tersebut kita ibaratkan mememiliki beberapa komponen, dan dari masing-masing komponen memiliki penjelasan tersendiri, kita sebut saja komponen itu dengan istilah [komponen bahasa] dalam catatan ini kita gambarkan komponen bahasa tersebut memiliki susunan struktur yang susunannya sebagai berikut.

Komponen bahasa
1 Phoneme
2 Morpheme
3 Word
4 Phrase
5 Clouse
6 Sentence
Dari ke 6 (enam) susunan di atas akan kita bahas satu-persatu agar kita paham dan mengerti tentang komponen bahasa, untuk yang pertama yaitu
1 Phoneme
Definisi dari phoneme adalah bagian terkecil bahasa yang tidak memiliki makna
Contohnya : Aa,Bb,Cc,Dd,Ee,Ff,Gg,Hh,Ii,Jj,Kk,Ll,Mm,Nn,Oo,Pp,Qq,Rr,Ss,Tt,Uu,Vv,Ww,Xx,Yy,Zz.dalam bahasa indonesia phoneme bisa kita sebut huruf atau aksara yang jumlahnya 26 molai dari [A] sampai [Z] .seperti halnya dalam bahasa inggris bentuk dan jumlahnya sama namun yang membedakan hanyalah cara pengucapannya.
A (ei)
B (bi)
C (si)
sampai ….. Z
- Huruf atau Aksara adalah tanda tulis yang bisa di lihat dan bisa menimbulkan suara dalam ucapan, suara adalah kegemparan yang terditeksi/di dengar oleh telinga yang di timbulkan oleh getaran dari sekitarnya
- Huruf Vokal (Vowel)
Vokal adalah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat halangan.Vokal sering di sebut dengan huruf hidup atau huruf bunyi.huruf yang melambangkan Vokal terdiri atas huruf-huruf: i, a, u ,e dan o
- Huruf konsonan (consonant)
Konsonan adalah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan.Konsonan sering juga di sebut dengan huruf mati.huruf yang melambangkan konsonan terdiri atas huruf-huruf: b, c, d, e, f, g, h, c, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z
- Huruf Diftong (diphthong)
Diptong adalah gabungan dua huruf Vokal yang menghasilkan bunyi rangkap.huruf yang melambangkan diftong terdiri atas huruf-huruf: ai, ou, dan oi .
2 Morpheme
Definisi dari Morpheme ialah kata dasar dan imbuhan contohnya “pendidikan” pendidikan berasal dari kata didik dan didik berposisi sebagai kata dasar (Rood Word) sedangkan dengan [pen] dan [an] adalah imbuhan (Affixalion). kemudian morpheme dibagi menjadi dua yaitu free morpheme (FM) dan bound morpheme (BM). pengertian dari free morpheme yaitu morpheme yang bebas tak terikat dengan yang lain. sedangan pengertian bound morpheme yaitu morpheme yang terikat dan tidak bisa berdiri sendiri.
3 Word
Definisi dari Word yaitu bagian terkecil bahasa yang bermakna dan berkelas katatentunya bagi anda yang pemula mungkin tidak paham/bingung dengan yang di maksud kelas katakelas kata ialah makna dari sebuah kata yang berdasarkan category/kamus bahasa Inggris

The parts of speech
1 NOUN yang berarti [kata benda] dan dalam kamus di lambangkan [n]
contoh: kata benda yaitu: book, house, teacher, garden, etc.
2 PRONOUN yang berarti [kata ganti] dan di lambangkan dalam kamus [pro]
contoh: kata ganti yaitu: i, you, we, they, she, he, it, someone, my self, mine, etc.
3 VERB yang berarti [kata kerja] dalam makna kamus di beri simbul [v]
contoh: kata kerja yaitu: study, water, send, sleep, love, etc.
4 Adjective yaitu kata sifat dan dalam makna kamus di lambangkan [adj]
contoh: kata sifat yaitu: smart, red, old, hansome, much, ugly etc.
5 ADVERB yang berarti [kata keterangan] dalam kamus di lambangkan [adv]
contoh: kata keterangan yaitu: Always, in, yesterdy, there, etc.
6 CONJUNCTION yaitu kata [penghubung] berlambangkan dalam kamus [conj]
contoh: after, before, because, and, or, so, if, who, etc.
7 PREPOSITION yaitu [kata depan] dan dalam makna kamus di lambangkan [prep]
contoh: After, because of, for, to, in, at, with, without, since, by, etc
8 INTERJECTION yaitu [kata seru] yang dalam kamus di lambangkan [interj]
contoh: wow.! hi, hello, hey, hush, etc.
Dari 8 (delapan) pengertian di atas bisa kita sebut dengan sebutan kelas kata
4 Phrase
Definisinya Rangkaian kata yang bermakna tapi takberpola tidak ada subject + verb
untuk phrase di bagi menadi 2 yaitu head dan modifier
untuk penjelasannya
head (H) yang berarti inti atau yang di jelaskan
modifier (M) yang berarti penjelas
contoh :
Rambut yang panjang
long hair
di mana long sebagai head (H) dan hair sebagai modifier (M)
contoh :
sangat ganteng
very hand some
very sebagai modifier (M) penjelas
hand some sebagai head (H) di jelaskan
5 Clouse
Definisinya Rangkaian kata yang bermakna dan berpola subject + verb namun tak bisa berdiri sendiri
Clouse di bagi menjadi dua yaitu
Main clouse dan sub clouse dalam catatan ini di artikan
Main clouse Induk kalimat dan sub clouse Anak kalimat
untuk Main clouse berpotensi berdiri sendiri membentuk kalimat
dan memiliki pola subject + verb
sedangkan untuk Sub clouse tak berpotensi membentuk kalimat dan polanya conjantion + subject + verb
contohnya : ketika sinchan sedang mandi gempa bumi datang
conjantion + s + v s + v
excample : when sin chan was taking a shower the earth a wake came
sub clouse main clouse
penjelasannya :
ketika sincan sedang mandi sub clouse
gempa bumi datang main clouse
6 Sentence
Definisinya sekumpulan kata yang mempunyai paling sedikit subject (pokok kalimat) + verb serta mengandung pengertian yang sempurna (lengkap)
excample : Juminten is writing a letter now
Untuk sentence/kalimat ada 2 macam yaitu Verbal dan Nominal
Verbal adalah kalimat yang menggunakan kata kerja (16 tenses)
Nominal adalah kalimat yang tidak menggunakan kata kerja melainkan menggunakan kata sifat, kata benda dan kata keterangan (Adjective, Noun dan Adverb) .
Pada dasarnya kognisi lebih menekankan adanya kecerdasan anak yang tumbuh dan kemampuan dalam mengekpresikan maksud tertentu tentang bahasa. Salah satu bukti peran kognisi dalam perkembangan anak yaitu ungkapan anak pada usia dini mampu menyatukan pengetahuan kategori semantikmisalnya agen dan tindakan daripada kategori linguistik seperti kata benda dan kata kerja. Sebagai contoh anak usia 4 tahun mngkin belum terlalu mampun untuk memahami dan menditeksi suatukalimat. Bukti lain yang menyatakan peran kognisi dalam perkembangan bahasa yaitu melalui proses belajar anank-ananak tuna wicara. Walaupun tuna wicara namun anak tersebut tidak kalah dengan anak-anak normal lainnya karena mereka mempunyai ketrampilan berpikir dan pemecahan masalah dan semua ini emnunjukan bahasa anak-anak tuna wicara mempunyai kemampuan yang sebanding. Hubungan antara kognisi dengan bahsa mempunyai hubungan yang sangat penting

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa



Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Oleh karena itu perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
(+) Umur anak
Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambahnya pengalaman, dan meningkatkan kebutuhan. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik dan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara, kerja otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual, anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.
(+) Kondisi lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil untuk cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda dengan dilingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai, pegunungan dan daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaan.
Pada dasarnya bahasa dipelajari dari lingkungan. Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan pergaulan dalam kelompok, seperti kelompok bermain, kelompok kerja, dan kelompok sosial lainnya.


(+) Kecerdasan anak
Untuk meniru bunyi atau suara, gerakan dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan intelektual atau tingkat berpikir. Ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan fisik lain, amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang anak.
(+) Status sosial ekonomi keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik, akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dengan anggota keluarganya. Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus sosial rendah. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Dengan kata lain pendidikan keluarga berpengaruh terhadap perkembangan bahasa.
(+) Kondisi fisik
Kondisi fisik di sini kesehatan anak. Seseorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi, seperti bisu, tuli, gagap, dan organ suara tidak sempurna akan mengganggu perkembangan alam berbahasa.

Perkembangan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam Pendidikan



Pengertian Perkembangan Bahasa
Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial, maka perkembangan bahasa seorang (bayi anak) dimulai dengan meraban (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti dengan bahasa atau suku kata, dua suku kata, menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana, bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan, maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan.
Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain, meniru dan mengulang hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Bayi bersuara, ‘mm mmm’, ibunya tersenyum mengulang menirukan dengan memperjelas dan memberi arti suara itu menjadi ‘maem-maem’. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. Manusia dewasa (terutama ibunya) disekelilingnya membetulkan dan memperjelas. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia enam sampai tujuh tahun, disaat anak mulai bersekolah. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.
Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang ia telah banyak belajar dari lingkungan, dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya pergaulan teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa itu.
Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini berarti pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku bahasa. Bersamaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas, anak (remaja) mengkutip proses belajar disekolah. Sebagaimana diketahui, dilembaga pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaedah yang benar. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata, tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya, termasuk perilaku berbahasa. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol, sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi, bahasa kelompok yang bentuknya amat khusus, seperti istilah baceman dikalangan pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes. Bahasa prokem terutama secara khusus untuk kepentingan khusus pula.
Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa, akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan oleh pilihan dan penggunaan kosakata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari masyarakat lapisan pendidikan rendah atau buta huruf, akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah yang kasar. Masyarakat terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik, menggunakan istilah-istilah lebih selektif dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa lebih baik.